BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1 RANCANGAN
Perancangan merupakan analisis dari siklus
pengembangan sistem yaitu pendefinisian dari kebutuhan-kebutahan fungsional dan
persiapan untuk merancang bangun implementasi serta menggambarkan bagaimana
suatu sistem dibentuk.
Menurut Jogiyanto, (2001: 62), perancangan merupakan kegiatan untuk
membentuk membuat sketsa struktur kegiatan atau pekerjaan dari suatu analisis
ke dalam suatu perencanaan untuk dapat diterapkan dalam suatu bentuk nyata.
Menurut Pressman (2002, p399), perancangan
adalah langkah pertama fase bagi setiap produk atau sistem yang di rakayasa.
Menurut
Mulyadi, (1997), Perancangan adalah suatu fase
yang diawali dengan evaluasi atas alternatif rancangan sistem yang diikuti
dengan penyiapan spesifikasi rancangan yang berorientasi kepada pemakai
tertentu dan diakhiri dengan pengajuan rancangan pada manajemen puncak.
Berdasarkan
definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa perancangan sistem informasi
merupakan proses menyusun sistem baru atau mengubah sistem lama berdasarkan
evaluasi terhadap sistem yang lama yang terlebih dahulu diajukan kepada pemakai
atau manajemen puncak untuk diperhitungkan.
2.2 SISTEM INFORMASI
2.2.1 Pengertian Sistem
Suatu
sistem terdiri dan sejumlah komponen yang saling berinteraksi atau saling
bekerjasama membentuk satu kesatuan dimana komponen-komponen sistem atau
elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian dan sistem.
Pengertian sistem menurut beberapa pakar didefinisikan sebagai berikut :
Menurut
teori heliosentris dari copernicus “
Sistem adalah suatu kumpulan atau himpunan dari unsur komponen atau
variabel-variabel yang terorganisasi saling berinteraksi saling tergantung satu
sama lain dan terpadu”.
Menurut
Prajudi Atmosudirdjo “Sistem
adalah suatu sistem terdiri atas objek-objek, atau unsur-unsur,
atau komponen-komponen yang berkaitan dan berhubungan satu sama yang lain
sedemikian rupa sehingga unsur-unsur tersebut merupakan suatu kesatuan
pemrosesan atau pengolahan yang tertentu”.
Berdasarkan kutipan diatas dapat
disimpulkan bahwa sistem adalah suatu susunan yang teratur dan kegiatan
yang saling bergantung dan prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang
melaksanakan dan mempermudah kegiatan - kegiatan utama organisasi.
Suatu
sistem mempunyai karakteristik atau sifat tertentu yaitu komponen sistem, batas
sistem, lingkungan luar
sistem, penyambung sistem,
masukan sistem, keluaran sistem dan sasaran sistem.
a). Komponen Sistem (Component System)
Suatu
sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama
membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu
bentuk subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat-sifat dari sistem yang
menjalankan sutu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar, yang disebut dengan supra
sistem
b). Batas Sistem
(System Boundary)
Ruang lingkup
sistem merupakan daerah yang membatasi antara sisstem dengan sistem yang
lainnya atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan
suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.
c). Lingkungan
Luar Sistem (Environment System)
Bentuk apapun
yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem
terseebut disebut dengan lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat menguntungkan
dan dapat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan
merupakan energi dari bagi sistem tersebut,
yang dengan demikian lingkungan luar tersebut harus selalu dijaga dan dipelihara. Sedangkan lingkuangan luar
yang merugikan harus di kendalikan, karena kalau tidak maka akan menggangu
kelangsungan hidup sitem tersebut.
d). Penghubung
Sistem (Interface System)
Sebagai media
yang menghubungkan sistem dengan
subsistem yang lain disebut dengan penghubung sistem atau interface. Penghubung
ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem
yang lain. Keluaran subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem yang lain
dengan melewati penghubung. Dengan demikian terjadi suatu integrasi sistem yang
membentuk satu kesatuan.
e). Masukan
Sistem (Input System)
Energi yang
dimasukan ke dalam sistem di sebut masukan sistem, yang dapat berupa
pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input). Sebagai contoh, di dalam suatu unit
sistem komputer, “program” adalahL maintenance input yang digunakan untuk
mengoperasikan komputer sementara “data” adalah signal yang akan diolah menjadi
informasi.
f). Keluaran Sistem
(Output System)
Hasil
dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna.
Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain. Seperti contoh sistem
informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi yang mana informasi ini
dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain
yang merupakan input bagi subsistem lainnya
g). Pengolah
Sistem (Process System)
suatu sistem
dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.
Sebagai contoh, sistem akuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi
menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen
h) . Sasaran/Tujuan
Sistem (Objective/Goal System)
suatu sistem
memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministik. Kalau suatu sistem tidak memiliki
sasaran, maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil
bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan
2.2.2 Pengertian Informasi
Informasi
merupakan suatu hal yang
sangat penting karena informasi merupakan
landasan di dalam pengambilan
keputusan suatu organisasi dengan informasi yang kurang maka suatu
informasi tidak dapat menjadi
suatu informasi yang berkuatitas .
Menurut
Tata Sutabri, “Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau
diinterprestasikan untuk di gunakan dalam proses pengambilan keputusan”.
Menurut Jogiyanto (2005:8), informasi
adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan berarti bagi yang
menerimanya.
Menurut Witarto, (2004:9) Informasi adalah rangkaian data yang mempunyai sifat sementara,
tergantung dengan waktu, mampu memberi kejutan atau surprise pada yang
menerimanya. Informasi dapat juga dikatakan sebagai data yang telah diproses,
yang mempunyai nilai tentang tindakan atau keputusan.
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut
maka dapat disimpulkan informasi adalah data yang telah diproses kemudian
diolah menjadi bentuk yang lebih berguna, digunakan untuk mengambil keputusan.
2.2.3 Pengertian Sistem Informasi
Sistem
informasi menupakan suatu rangkaian informasi yang didalamnya terdapat
bagian-bagian yang berhubungan dan saling ketergantungan satu sama lain, mulai dari bagian yang besar ke bagian yang kecil. Hubungan ini berupa
hubungan arus informasi yang mewakili tingkat-tingkat sistem keorganisasian.
Menurut
Hall (2001), “Sistem informasi
adalah sebuah rangkaian prosedur formal di mana data dikelopokan, diproses
menjadi informasi dan didistribusikan kepada pemakai”.
Menurut
Tata Sutabri, “sistem informasi adalah suatu sistem di dalam organisasi
yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi
bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyedikan
pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan
”.
Menurut
Alther (1992), “Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja,
informasi, orang dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai
tujuan dalam suatu informasi
Jadi
dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu alat yang membantu dalam
menyediakan informasi bagi penerimanya dan untuk membantu dalam pengambilan
keputusan
2.3 PENGOLAHAN DATA
2.3.1. Pengertian Data
Data merupakan
bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu diolah
lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk dihasilkan informasi
Menurut
Raymond Mc.Leod, Jr, George Schell (2001:12), “Data
adalah terdiri dan
fakta-fakta dan angka-angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai”.
Menurut Tata Sutabri (2004:20), “Data
merupakan bentuk mentah yang belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah
lebih lanjut”.
Dapat disimpulkan bahwa data merupakan bentuk yang masih mentah, belum
dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut untuk menghasilkan
informasi dan dapat memberikan manfaat bagi penerimanya.
2.3.2. Pengertian Pengolahan Data
Agar
data yang ada dapat dijadikan suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti
bagi yang menerimanya, maka data tersebut perlu dilakukan pengolahan.
Menurut
Andri kristanto, “Pengolahan data adalah waktu yang digunakan untuk menggambarkan
perubahan bentuk data menjadi informasi yang memiliki kegunaan”.
Menurut
Jogiyanto Hartono (1999,2), “Pengolahan
data adalah “manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih
dan lebih berarti, berupa informasi)”
Suatu proses pengolahan data yang terdiri dan 3
tahapan dasar yang disebut dengan sikius pengolahan data (data processing
cycle) yaitu input. processing,
dan output.
GAMBAR 2.1 Siklus Pengolahan Data (Jogiyanto Hartono 1999:3)
Tiga tahapan siklus diatas
pengolahaan data tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut. Siklus pengolahan data yang dikembangkan
dapat ditambahkan tiga atau lebih tahapan lagi yaitu :
a.
Input (Masukan), tahap
ini merupakan proses memasukan
data ke dalarn proses komputer lewat
alat input (input device).
b.
Processing (Proses), tahap ini merupakan proses pengolahan dan
data yang sudah dimasukan yang dilakukan oleh alat proses (processing device), yang dapat berupa proses menghitung, membandingkan, mengklasifikasikan, mengurutkan, mengendalikan atau mencari distorage.
c.
Output (Keluaran), tahap ini merupakan proses menghasilkan output dan hasil
pengolahan data kealat output (output device), yaitu berupa informasi.
d.
Distribution (Penyaluran), tahap ini merupakan proses dan distribusi
output kepada pihak yang berhak dan
membutuhkan informasi.
e.
Storage (Penyimpanan), tahap ini menupakan proses perekaman
hasil pengolahan kesimpanan luar (storage).
2.3.3. Pengertian Database
Basis data (database) adalah kumpulan data atau
informasi yang dapat dihubungkan antara masing-masing data dengan kunci
tertentu. Dengan database, data telah
diorganisir sesuai dengan format tertentu yang sama sehingga data lebih rapi
dan mudah untuk untuk dicari.
Database dapat digunakan untuk keperluan
informasi lebih lanjut dan database perlu diorganisasikan sedemikian rupa
supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Database diakses dan dimanipulasi dengan menggunakan perangkat
lunak yang disebut DBMS (Database Management System).
Menurut Zulkifli, “database adalah
kumpulan semua data yang di simpan dalam satu file atau beberapa file”
Menurut
Jogiyanto Hartono, “Database
adalah kumpulan data yang
saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat
lunak untuk memanipulasinya”.
Secara garis besar dapat dikatakan bahwa database adalah kumpulan file-file yang
mempunyai kaitan antara satu file dengan file yang lain, dimana datanya dapat
dimanipulasi untuk menghasilkan suatu informasi. Tingkatan susunan organisasi
data adalah sebelum membentuk suatu basis data, data mempunyai tingkatan mulai
dari karakter-karakter (characters),
item data (data item atau field), record, file kemudian basis data (database)”.
1. Characters
Merupakan bagian data
terkecil, dapat berupa karakter numerik, huruf atau karakter khusus yang
membentuk item data.
2. Field
Adalah atribut dari record yang menunjukkan item dari data.
3. Record
Merupakan kumpulan field yang menggambarkan suatu unit data tertentu
atau sekumpulan data item yang berhubungan secara logika dari suatu objek.
4. File
Merupakan kumpulan dari record yang menggambarkan suatu kesatuan
yang sejenis.
5. Database
Merupakan kumpulan dari file yang membentuk satu
kesatuan tertentu atau suatu kumpulan data terhubung yang disimpan secara
bersama-sama pada suatu media, tanpa adanya suatu kerangkapan data sehingga
mudah untuk digunakan kembali.
2.4 PERPUSTAKAAN
2.4.1 Pengertian Perpustakaan
Istilah
perpustakaan berasal dari kata dasar pustaka. Yang berarti buku, atau
kitab. Kemudian mendapat awalan per dan
akhiran an menjadi perpustakaan. Selanjutnya dalam istilah perpustakaan
terkandung pengertian "kumpulan buku dan informasi yang disusun di ruang
tertentu dilengkapi dengan perlengkapan (sarana prasarana), menurut
aturantertentu, diatur dan dilayankan oleh petugas (pustakawan) dan
dipergunakan oleh para pemembaca/pemakai.
Perpustakaan berasal dari
kata pustaka mendapatkan awalan per- dan akhiran –an mempunyai arti sebagai
tempat atau bahan pustaka. Sedangkan bahan pustaka adalah wadah informasi, dapat
berupa buku dan non buku. Buku adalah hasil rekaman informasi yang tertulis
atau tercetak, seperti buku teks atau monografi, majalah, brosur, dan lainlain.
Sedangkan non buku adalah hasil rekaman informasi berupa suara atau gambar pada
peta, film, dan sebagainnya.
Menurut Dra.Noerhayati S.
(1987: 1) perpustakaan adalah salah satu alat yang vital dalam setiap program
pendidikan, pengajaran, dan penelitian (research) bagi setiap lembaga
pen-didikan dan ilmu pengetahuan. Dapat dikatakan bahwa nilai suatu lembaga
pendidikan tinggi, atau lembaga riset dan ilmu pengetahuan itu bergantung pada
kualitas kelengkapan dan kesempurnaan jasa yang diberikan oleh perpustakaanya.
Menurut Wafford (Darmono,
2004: 2) mengatakan bahwa per-pustakaan adalah salah satu organisasi sumber
belajar yang menyimpan, mengelola, dan memberikan layanan bahan pustaka baik
buku maupun non buku kepada masyarakat tertentu maupun masyarakat umum.
Menurut Mbulu (Darmono,
2004: 2) menyatakan bahwa per-pustakaan sekolahsangat diperlukan keberadaanya
dengan pertimbangan bahwa:
1. Perpustakaan sekolah merupakan sumber belajar di lingkungan sekolah.
2. Perpustakaan sekolah merupakan salah satu komponen sistem pengajaran.
3. Perpustakaan sekolah merupakan sumber untuk menunjang kualitas pendidikan
dan pengajaran.
4. Perpustakaan sekolah sebagai laboratorium belajar yang memungkinkan
peserta
didik dapat mempertajam dan memperluas kemampuan untuk membaca, menulis, berpikir,
dan berkomunikasi.
Perpustakaan
merupakan tempat dimana banyak menyediakan berbagai macam jenis buku yang telah
terorganisir dengan baik dan rapi sesuai kumpulan bidangnya masing-masing
sehingga dapat dengan mudah dicari oleh setiap individu maupun kolompok
individu yang memerlukan buku agar
dapat bermanfaat bagi para pembaca.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar